Posko covid 19
07.58 | 0 Comments
Senja
20.55 | 0 Comments
Ketika senja hinggap di pelupuk mata, aku menari di tengah kota.
Mengisah pada matahari, tentang rindu yang tak jua pergi.
Mengisah pada matahari, tentang rindu yang tak jua pergi.
Ketika senja mulai menggelap, aku tertegun menatap hitam.
Mengulas senyum pahit di antara derai air mata.
Mengulas senyum pahit di antara derai air mata.
Kala senja bukan lagi malam, aku melangkah hingga menyambut fajar.
Ku uraikan sekilas cerita tentang senja yang masih saja mengusik.
Namun fajar kini menemani hingga tak ada lagi senja.
Namun fajar kini menemani hingga tak ada lagi senja.
Senja – oleh Dibi Rahmi
Kediri
Kembalilah
20.52 | 0 Comments
Waktu kan terus berputar
Dan takkan pernah menunggu
Setiap detiknya takkan terulang
Takkan mungkin kembali
Pada masa lalu
Samar-samar akan terlihat
Masa yang akan datang
Ku perhatikan dengan seksama
Dan seakan waktu terhenti
Namun seketika itu jua
Terbesitlah rangkaian masa lalu
Yang hanya dapat kurenungkan
Dan tak mungkin tukku kembali
Meskipun waktu terus berjalan
Bagiku semua hanya ilusi
Diriku masih terjebak
Dalam ruang hampa
Tanpa adanya warna
Hari-hari yang kulalui
Hanya berupa hitam dan putih
Kembalilah kasih
Jalankan waktu dan kembalikan
Warna pada hidupku
Dan takkan pernah menunggu
Setiap detiknya takkan terulang
Takkan mungkin kembali
Pada masa lalu
Samar-samar akan terlihat
Masa yang akan datang
Ku perhatikan dengan seksama
Dan seakan waktu terhenti
Namun seketika itu jua
Terbesitlah rangkaian masa lalu
Yang hanya dapat kurenungkan
Dan tak mungkin tukku kembali
Meskipun waktu terus berjalan
Bagiku semua hanya ilusi
Diriku masih terjebak
Dalam ruang hampa
Tanpa adanya warna
Hari-hari yang kulalui
Hanya berupa hitam dan putih
Kembalilah kasih
Jalankan waktu dan kembalikan
Warna pada hidupku
Kembalilah – oleh Rizqi Yuliarta
Sintang
Tolonglah Mengerti
20.49 | 0 Comments
Mungkin karna kesalahan ku waktu itu
Kau sekarang benar menggap aku tak ada
Kau telah hapus sepenuh nya semua tentang kita
Dimana semua terasa manis pda kala itu
Kau sekarang benar menggap aku tak ada
Kau telah hapus sepenuh nya semua tentang kita
Dimana semua terasa manis pda kala itu
Mengapa harus terjadi dengan penuh
Kesakitan yang sangat dalam di hati ini
Mengapa kita tidak seterus nya selalu
Bersama, dengan kesetian yang kita jaga
Kesakitan yang sangat dalam di hati ini
Mengapa kita tidak seterus nya selalu
Bersama, dengan kesetian yang kita jaga
Tak semestinya kau begini kepadaku
Kau meminntaku untuk tidak menjauhi mu
Tapi mengapa malah kau lah yang menjauhi ku
Sungguh aku tak mengerti dengan pikiran mu
Kau meminntaku untuk tidak menjauhi mu
Tapi mengapa malah kau lah yang menjauhi ku
Sungguh aku tak mengerti dengan pikiran mu
Aku memang salah dengan sikap buruk ku ini
Namun itu dulu …
Tolonglah lihat aku yg sekarang ini
Namun itu dulu …
Tolonglah lihat aku yg sekarang ini
Cobalah lihat sedikit lebih dalam tentangku
Bukan aku yg dulu, namun lihatlah
Aku berusaha untuk mengejarmu lagi
Untuk berada di sampingu mu lagi
Bukan aku yg dulu, namun lihatlah
Aku berusaha untuk mengejarmu lagi
Untuk berada di sampingu mu lagi
Berilah aku ini…
Harapan kebahagiaan bukan ketidakpastian
Sekali lagi…
Hanya sekali lagi aku ingin merasakan
Semua perhatian mu tak terbagi dengan lain nya
Cobalah untuk memulai nya dari awal dengan ku
Pasti akan aku perbaiki semua kesalahan ku dulu
Namun jika tidak mungkin untuk kau lakukan
Berilah saya kematian di hati ini
Harapan kebahagiaan bukan ketidakpastian
Sekali lagi…
Hanya sekali lagi aku ingin merasakan
Semua perhatian mu tak terbagi dengan lain nya
Cobalah untuk memulai nya dari awal dengan ku
Pasti akan aku perbaiki semua kesalahan ku dulu
Namun jika tidak mungkin untuk kau lakukan
Berilah saya kematian di hati ini
Tolonglah mengerti – oleh Mochammad Sani
Bandung
Jeritan Hati
20.47 | 0 Comments
Jeritan hati.
Oleh Dayuni agustina.humendru.
Pagi yang cerah tak mendukung hatiku
semua serasa kelam bagiku
karena yang ku rasakan
kalbu ini menjerit kesakitan
Aku tau ini bukan sewajarnya
Tapi aku belum mampu ntuk membuangnya
Aku coba menghilangkannya
Perlahan saja kumampunya
Aku lelah ingin menyerah
Aku bosan ingin lari saja
Aku menangis air mata kering sudah
Aku teriak tapi hati tak lega jua
Teganya engkau perasaan
Menghukum kalbu lemahku
Tunggu saja suatu saat nanti
Aku lebih menang darimu
Aku kan bangkit meninggalkanmu
Menjauhimu,juga menghindarimu
Oleh Dayuni agustina.humendru.
Pagi yang cerah tak mendukung hatiku
semua serasa kelam bagiku
karena yang ku rasakan
kalbu ini menjerit kesakitan
Aku tau ini bukan sewajarnya
Tapi aku belum mampu ntuk membuangnya
Aku coba menghilangkannya
Perlahan saja kumampunya
Aku lelah ingin menyerah
Aku bosan ingin lari saja
Aku menangis air mata kering sudah
Aku teriak tapi hati tak lega jua
Teganya engkau perasaan
Menghukum kalbu lemahku
Tunggu saja suatu saat nanti
Aku lebih menang darimu
Aku kan bangkit meninggalkanmu
Menjauhimu,juga menghindarimu
Jeritan Hati – oleh Dayuni Agustina Humendru
Kepenuhan sejati
Keyakinanku
20.35 | 0 Comments
TUHAN…
Mungkin inilah jalan yang terbaik untukku saat ini…
Ku tau ini adalah takdir yang harus ku terima …
Ku sekarang mengerti apa arti semua ini….
Terima kasih TUHAN…
Telah membuat ia bahagia…
Walau bukan bahagia karna aku..
Mungkin inilah jalan yang terbaik untukku saat ini…
Ku tau ini adalah takdir yang harus ku terima …
Ku sekarang mengerti apa arti semua ini….
Terima kasih TUHAN…
Telah membuat ia bahagia…
Walau bukan bahagia karna aku..
TUHAN….
Ku yakin pasti kau akan membuatku bahagia
bersama someone yang kau pilih untukku..
ku yakin akan hal itu
Ku yakin pasti kau akan membuatku bahagia
bersama someone yang kau pilih untukku..
ku yakin akan hal itu
TUHAN….
Ku yakin kau kan mengabulkan semua hal itu,
Walau entah kapan..
tapi kau tak pernah tidur..
Kau selalu mendengar semua itu..
Ku yakin kau kan mengabulkan semua hal itu,
Walau entah kapan..
tapi kau tak pernah tidur..
Kau selalu mendengar semua itu..
Tuhan..
Ku memang tak bisa melupakanny..
Ku juga tak bisa menjauh darinya…
Tapi ku kan berusaha tuk melupakan dirinya…
menerima apa adanya…
dan menjalani hidup seperti biasa..
sampai ku mendapatkan penggantinya,…
Ku memang tak bisa melupakanny..
Ku juga tak bisa menjauh darinya…
Tapi ku kan berusaha tuk melupakan dirinya…
menerima apa adanya…
dan menjalani hidup seperti biasa..
sampai ku mendapatkan penggantinya,…
Keyakinanku – oleh Diyan Fitrianti
Jakarta



